Pages

Selasa, 27 Agustus 2013

Kurangi Polusi dengan Lampu Jalan LED

Setiap malam hampir semua kota di dunia diterangi oleh lampu jalan. Tetapi, banyak lampu jalan yang masih menggunakan lampu standar, sehingga banyak energi cahaya dan ekstensi yang terbuang begitu saja. Sebagian besar cahaya lampu jalan akan menguap ke ruang udara bukan benar-benar menerangi sepanjang jalan. Prihatin akan hal ini, peneliti dari Meksiko dan Taiwan menciptakan lampu jalan yang menggunakan lampu light-emitting diode (LED) sebagai sumber cahaya.

Lampu ini hanya akan bersinar di atas area yang membutuhkan pencahayaan itu saja. Tentunya hal ini dapat menghemat energi, sebab dapat mengurangi polusi dari emisi cahaya hingga dua persen dari lampu biasa. Sebagai perbandingan, lampu biasa menghasilkan polusi sebesar 20 persen.

Penggunaan lampu jalan LED ini juga akan mengurangi total konsumsi daya sekira 40-60 persen di seluruh dunia. Demikian dikemukakan peneliti dari lab Ching-Cherng Sun, National Central University di Taiwan.

Polusi atau emisi cahaya dari lampu jalan dapat mempengaruhi alam sekitarnya. Misalnya saja, cahaya lampu dapat menyebabkan burung-burung memilih untuk bermigrasi atau membingungkan seekor penyu yang baru menetas dari telurnya. Selain itu, bisa menyebabkan pola tidur hewan lain terganggu.

Rencanya, purwarupa lampu jalan LED ini akan dipasang selama tiga sampai enam bulan dari sekarang. Diharapkan lampu praktis ini benar-benar dapat dipasang di seluruh dunia pada awal tahun depan.

Informasi tambahan dari Wikipedia menjelaskan, lampu LED dapat hidup lebih lama serta efisien dibanding lampu neon dan lampu pijar. Dekomposisi kimia pada chip LED mengurangi fluks bercahaya selama siklus hidup seperti lampu konvensional.

Perangkat LED  menggunakan beberapa chip, sehingga  mampu memancarkan lebih dari 100 lumen per watt. LED tidak memancarkan cahaya ke segala arah dan efisiensi konversi dari listrik terhadap cahaya lebih tinggi daripada lampu pijar.

1 komentar: