Pages

Senin, 23 September 2013

Maksimalkan Lampu Hemat Energi & LED di Rumah Anda

JAKARTA - Lampu jenis LED sekarang ini banyak digemari masyarakat. Tapi, peminat lampu hemat energi juga tak kalah.

Berikut tips singkat bagaimana memilih lampu yang tepat, seperti dikutip dari Buku "Philips Home Lighting Solution".
1. Fluorescent

Jenis cahaya yang dihasilkan lampu ini diproduksi dari gas, dengan panas lebih dari filamen, seperti lampu pijar dan halogen. Keunggulan lampu jenis ini adalah hemat energi sampai 30 persen, kandungan merkuri rendah, desainnya juga ramping sesuai untuk penerangan.

Kelemahannya adalah biaya awal lebih besar, cepat rusak jika terlalu sering dinyalakan dan dimatikan. Lalu, jika tabung pecah, cukup membahayakan.

2. Lampu Hemat Energi
lampu ini hemat daya listrik dan dompet. Keunggulannya hemat hingga 80 persen, performa tinggi dalam ukuran yang lebih kecil. Umur pakainya 6 ribu jam.

kelemahannya, kebanyakan tidak memiliki efek redup dan kurang memiliki estetika dibanding dengan bohlam lain. Lampu ini juga masih menggunakan energi yang mengandung merkuri.

3. Light-emitting diode (LED)

Lampu ini disebut sebagai sumber cahaya komersial yang populer. Sekarang memang sudah banyak yang menggunakan lampu jenis ini di rumah.

Keunggulannya, memiliki umur panjang, lebih kuat, mudah digunakan, paling efisien menggunakan daya listrik, perawatan mudah dan murah, menghasilkan warna cahaya yang berbeda tanpa filter, juga desain yang fleksibel. Sayangnya, lampu jenis ini harga pembeliannya sangat mahal.

1 komentar: