Pages

Senin, 18 November 2013

Perhatikan Pencahayaan Ruang Kerja Anda!


Mata Anda sering mengalami kelelahan? Hati-hati! Kelelahan pada mata dapat menyebabkan kelainan refraksi mata, seperti myopia, hyperopia, atau silinder.

Kelelahan pada mata berkaitan dengan pencahayaan buruk, yang diakibatkan oleh cahaya yang terlalu silau atau redup. Karena itu, pencahayaan di tempat kerja penting untuk diperhatikan.

Ruang kerja atau belajar memerlukan general lighting (biasanya di plafon ruangan) berkekuatan sekitar 300 lux. Untuk membantu pencahayaan, tambahkan lampu baca (task lighting) berkekuatan 160 lux sehingga cahaya terang langsung difokuskan pada buku. Ini disebut dengan iluminasi horizontal yang memberikan titik terang secara merata pada bidang horizontal, yaitu meja kerja Anda. Yang perlu diingat, lampu tersebut harus ditempatkan di samping kiri agar tidak terhalang oleh bayangan Anda.

Pencahayaan yang tepat akan meningkatkan mood kerja. Ikuti trik berikut ini:

Tingkat pencahayaan (lux level)

Bergantung pada aktivitas yang dilakukan. Makin tinggi kerja mata (seperti aktivitas membaca, menulis, dan menggambar), makin tinggi pula lux level yang diperlukan.

Pencahayaan yang merata

Pencahayaan yang rata pada bidang kerja di dalam ruangan akan mengurangi kinerja dan adaptasi mata, sehingga tak mudah lelah.

Tidak silau

Hindari penempatan lampu yang berhadapan langsung dengan pembaca. Alternatifnya, gunakan louvre untuk mengurangi silau.

Flicker free

Gunakan lampu dengan elektronik ballast yang menghasilkan gelombang berfrekuensi tinggi. Lampu berfrekuensi rendah (30 hz – 70 hz) akan membuat mata cepat lelah.

Selasa, 01 Oktober 2013

Perhatikan Pencahayaan Di Rumahmu



1. Rancang Dari Awal
Bilakah masa yang sesuai untuk pasang lampu? Menurut Lai, pemilik rumah digalakkan memasang lampu seawal mungkin, sebelum kerja pemasangan kemasan lain di rumah, seperti siling dan pendawaian. Maksudnya, pemilihan jenis lampu perlu dipilih sebelum anda berpindah masuk lagi, bukan ketika berpindah atau telah berpindah masuk. Ini bagi mengelakkan daripada risiko atau kos yang besar ketika kerja pemasangan lampu.

2. Jenis Lampu Yang Sesuai
Bagaimanakah memilih jenis lampu yang sesuai? Pemilihan jenis lampu pastinya harus disesuaikan mengikut konsep penataan interior ruang tamu anda. Terdapat beberapa jenis pilihan lampu yang sesuai mengikut konsep penataan terkini seperti moden kontemporari, tropika Bali, klasik atau inspirasi etnik. Jika ruang tamu anda berkonsep moden kontemporari,
jangan pula pilih lampu berkonsep tropika!

3. Gantung atau Mounted?
Jika berkunjung ke kedai lampu, pasti dilema ini yang kerap bermain di fikiran anda. Lazimnya, terdapat dua jenis lampu yang ada di pasaran, iaitu lampu jenis gantung, sama ada candelier atau pendant dan mounted, iaitu jenis lekapkan siling (ceiling fixtures), pencahayaan trek (track lighting) atau recessed lighting. Pemilihan jenis lampu ini sebenarnya disesuaikan dengan ketinggian siling dari lantai dan fungsi ruang. Bagi ruang tamu, jika memiliki ketinggian siling yang tinggi sekitar 10 kaki ke atas, lampu jenis gantung boleh digunakan. Selain itu, jika inginkan jom pilih lampu! Sebagai ruang sosial utama di rumah, penataan pencahayaan yang betul perlu diwujudkan agar dapat menghidupkan suasana ruang yang mesra tetamu selain meningkatkan fungsi ruang. Ayuh ubah lampu di ruang tamu anda dengan bantuan perunding pencahayaan dari Tropical Home & Lighting, Lai Heng Sieng.

4. Bulb Yang Sesuai
Pastinya, selepas memilih jenis lampu, mentol atau bulb juga penting dalam menghidupkan suasana pencahayaan diingini selain jenis dan reka bentuk lampu itu sendiri. Kini terdapat pilihan jenis bulb yang biasa digunakan seperti lampu pendarfluor (fluorescent), mentol pijar (incandescent), halogen atau LED. Hakikatnya, kesemua jenis bulb ini mampu menghasilkan kesan pencahayaan yang indah bagi ruang tamu, namun bergantung pada kehendak dan cita rasa anda. Menurut Lai, lazimnya, untuk menghidupkan suasana ruang tamu yang cosy, lampu jenis incandescent digunakan bagi menghasilkan cahaya warna kuning yang lebih lembut dan tenang. Setelah seharian bekerja di pejabat yang menggunakan lampu general lighting warna putih, pastinya suasana ruang tamu yang cosy dengan pencahayaan kuning adalah apa yang anda perlukan. Elakkan penggunaan lampu jenis LED yang kurang
sesuai bagi ruang ini.

Senin, 23 September 2013

Maksimalkan Lampu Hemat Energi & LED di Rumah Anda

JAKARTA - Lampu jenis LED sekarang ini banyak digemari masyarakat. Tapi, peminat lampu hemat energi juga tak kalah.

Berikut tips singkat bagaimana memilih lampu yang tepat, seperti dikutip dari Buku "Philips Home Lighting Solution".
1. Fluorescent

Jenis cahaya yang dihasilkan lampu ini diproduksi dari gas, dengan panas lebih dari filamen, seperti lampu pijar dan halogen. Keunggulan lampu jenis ini adalah hemat energi sampai 30 persen, kandungan merkuri rendah, desainnya juga ramping sesuai untuk penerangan.

Kelemahannya adalah biaya awal lebih besar, cepat rusak jika terlalu sering dinyalakan dan dimatikan. Lalu, jika tabung pecah, cukup membahayakan.

2. Lampu Hemat Energi
lampu ini hemat daya listrik dan dompet. Keunggulannya hemat hingga 80 persen, performa tinggi dalam ukuran yang lebih kecil. Umur pakainya 6 ribu jam.

kelemahannya, kebanyakan tidak memiliki efek redup dan kurang memiliki estetika dibanding dengan bohlam lain. Lampu ini juga masih menggunakan energi yang mengandung merkuri.

3. Light-emitting diode (LED)

Lampu ini disebut sebagai sumber cahaya komersial yang populer. Sekarang memang sudah banyak yang menggunakan lampu jenis ini di rumah.

Keunggulannya, memiliki umur panjang, lebih kuat, mudah digunakan, paling efisien menggunakan daya listrik, perawatan mudah dan murah, menghasilkan warna cahaya yang berbeda tanpa filter, juga desain yang fleksibel. Sayangnya, lampu jenis ini harga pembeliannya sangat mahal.

Senin, 16 September 2013

Benarkah Cahaya LED Sebabkan Kerusakan Permanen Retina Mata

Jakarta, Belakangan makin banyak produk elektronik yang menggunakan teknologi LED seperti televisi, monitor komputer atau ponsel layar sentuh karena dianggap sebagai salah satu cara terbaik untuk menghemat listrik. Tapi tak banyak yang tahu jika teknologi penyimpan energi ini justru berbahaya bagi mata.

Seorang peneliti dari Complutense University, Madrid, Spanyol melaporkan bahwa paparan cahaya LED dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata manusia.

"Pasalnya cahaya dari LED (light-emitting diodes) berasal dari spektrum cahaya berwarna biru dan ungu yang energinya tinggi namun gelombangnya pendek," kata si peneliti, Dr. Celia Sánchez-Ramos.

"Jika terpapar cahaya ini secara terus-menerus, entah itu dari monitor komputer, ponsel, layar televisi hingga cahaya lampu dalam atau luar ruangan maka cahaya ini sanggup merusak retina mata manusia," tambahnya.

Menurut Sánchez-Ramos, masalah akan bertambah lebih buruk karena manusia terus terpapar perangkat-perangkat elektronik ini dan anak-anak telah menggunakannya sejak usianya masih dini, baik di sekolah maupun di rumah.

"Manusia modern membuka mata mereka sekitar 6.000 jam dalam setahun dan terus terpapar cahaya buatan tersebut pada sebagian besar waktunya. Padahal mata tidak dirancang untuk menatap langsung ke cahaya, tapi didesain untuk melihat sesuatu dengan bantuan cahaya," terang Sánchez-Ramos seperti dilansir Livescience.

Komentar tersebut didasarkan pada studi yang dilakukannya bersama rekan-rekannya pada tahun 2012 dan dipublikasikan dalam jurnal Photochemistry and Photobiology. Singkatnya, studi itu menemukan bahwa radiasi LED dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada sel-sel epitel pigmen retina.

Untuk itu, Sánchez-Ramos menyarankan agar orang-orang mengenakan kacamata yang dilengkapi UV filter dan banyak mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A agar retina terlindung dari kerusakan.

Selasa, 10 September 2013

Indahnya Lampu Hias Taman


Garden Lamp

Lampu taman adalah lampu yang dipasang di taman. Kegunaan lampu taman adalah untuk mempercantik taman dan menerangi taman. Lampu taman umumnya dipasang untuk memperindah taman, dan tidak memerlukan sinar yang terang.

Lampu taman memerlukan instalasi kabel listrik. Lampu taman LED tidak memerlukan instalasi kabel listrik, karena lampu taman LED menggunakan tenaga surya. 

Tenaga surya diterima oleh sel surya yang berada di atas dari lampu taman, energi listrik tersebut disimpan dalam rechargeable battery. Pada waktu sinar matahari tidak bersinar, sensor cahaya akan mendeteksi ketiadaan sinar, maka lampu taman LED otomatis menyala dengan menggunakan catu daya dari baterai. 

Lampu LED digunakan karena hanya memerlukan tegangan yang kecil. Baterai yang digunakan adalah rechargeable baterai type AA dengan tegangan 1.5 V. Dengan ujung runjing lampu taman LED dapat ditancapkan di tanah, dan dapat dipindah-pindahkan. 

Beragam bentuk dan model dapat lampu taman dipilih sesuai kebutuhan. Apalagi dijaman modern seperti sekarang ini banyak sekali lampu-lampu hias beraneka ragam bentuk yang bisa menerangi taman di malam hari.

Menikmati taman dimalam hari akan memberikan suasana berbeda apalagi dengan banyaknya titik-titik lampu sehingga sorot lampu akan membuat bentuk cahaya yang unik sehingga suasana sekitar taman menjadi lebih nyaman, sejuk dan indah serta sangat baik sebagai sarana refreshing bagi kerabat dan keluarga kecil anda.

Area Taman tidak saja dapat dinikmati pada siang hari saja akan tetapi tetap harus dapat anda nikmati pada malam hari. Suasana taman akan lebih dramatis jika ada lampu yang menerangi.

Lampu Hias Taman adalah salah satu elemen penting didalam menciptakan suasana taman yang asri, indah dan sejuk. Lampu taman bukan hanya sebagai sarana penerangan saja namun sudah berkembang menjadi penambah nilai estetika taman itu sendiri.

Pemilihan lampu taman harus disesuaikan dengan konsep taman yang akan dan telah dibuat baik dari segi bentuk, desain maupun prinsip kerjanya dan tak kalah penting perlu juga  dipertimbangkan dari segi kekuatan, keawetan dan keamanannya.

Jika melihat dari bentuknya, Lampu taman Minimalis, Lampu taman Kontemporer, Lampu taman Klasik, maupun jenis Lampu taman Modern kesemuanya mempunyai hasil akhir yang berbeda pula untuk itu anda perlu jeli dalam memilih jenis lampu taman yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pribadi anda. semoga bermanfaat selamat mencoba....

Senin, 09 September 2013

Lampu Motor Mau Terang, Gampang!

Cahaya lampu utama standar pada motor sebetulnya sudah lumayan terang. Namun kalau  merasa masih kurang, pencahayaannya bisa diterangkan lagi. Caranya, dengan mengganti bohlam dan mika lampu ditukar dengan model proyektor. Contohnya, seperti pada Yamaha Mio dari workshop Delapan Satu yang biasa meng up-grade lampu – terutama tipe HID (High Intensity Discharge) -  baik untuk motor maupun mobil.

Albert dari Delapan Satu menegaskan kalau pakai lampu model proyektor bikin cahaya melebar dan fokus. Untuk memasangnya harus merogoh kocek sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 1,7 juta. Jumlah sebanyak itu untuk membeli dua komponen pengganti.

Pertama, lampu HID sudah berikut balastnya. Menurut Kevin Airlangga dari Delapan Satu, jenis bohlam HID ada beberapa macam, mulai dari 4.300K, 6.000K hingga 12.000K. Huruf di belakang menandakan Kelvin atau panas bohlam yang bisa mempengaruhi intensitas cahaya. Semakin besar angka,  katakanlah yang 12.000K maka cahaya yang dikeluarkan  semakin biru keputih-putihan. Lain jika yang 4.300K, putih-kekuningan, tapi masih lebih terang dari bohlam biasa.

Selain bohlam HID, ada juga lampu khusus D2S. Bentuknya cukup aneh dan disebut model single lantaran  untuk jarak jauh dan dekat ada di dalam satu bohlam. Kevin berpesan, ketika memilih lampu D2S, pastikan mengambil yang tipe proyektor untuk HID.

Tadi  di atas sudah disebutkan, ketika membeli lampu HID sudah berikut balast. Karena, ketika mengaplikasi HID butuh arus  (kelistrikan) yang bagus. Kalau suplainya nggak maksimal, bisa bikin aki tekor.

Untuk mengaplikasi HID, kelistrikan di motor harus diubah dulu ke tipe DC. Itu kalau yang sebelumnya mengadopsi kelistrikan AC. Tapi kalau yang sudah aplikasi tipe DC seperti Honda Tiger, tidak perlu lagi. Untuk mengatasi aki tekor dibantu dengan balast, disarankan pakai yang kecil karena jika butuh 4 ampere ia tetap di empat ampere. Sedang balast besar bisa bergeser ke 8 ampere.

Kedua, untuk membeli  headlamp proyektor, tidak mengurangi fungsi lampu, artinya untuk jarak dekat dan jauh bisa dipakai. ”Ini karena headlamp yang dipakai dilengkapi motor elektrik. Disebutnya Bixenon,” sebut Kevin. Komponen ini yang nantinya menarik penutup yang ada di depan reflektor. Akhirnya, sinar yang keluar pun semakin besar dan jauh. Hasil yang diberikan reflektor, lanjut Kevin tidak bikin silau mata kendaraan lawan.

Minggu, 08 September 2013

Sudah Tahu Perbedaan Lampu LED dan HID

 

Lampu HID

High Intensity Discharge (HID) lampu yang menggantikan filamen bola lampu dengan kapsul gas. Cahaya berasal dari pelepasan busur antara dua elektroda yang berdekatan. Tertutup rapat di dalam kapsul kecil kaca kuarsa tabung. Jumlah cahaya yang dihasilkan lebih besar dari bohlam halogen standar sementara membutuhkan lebih sedikit daya, lampu ini lebih mendekati suhu warna cahaya alami.

Dalam semua lampu
High Intensity Discharge (HID), cahaya yang dihasilkan dengan melewatkan arus melalui uap logam. Elektron bebas bertabrakan dengan atom dalam uap mengetuk elektron ke orbit yang lebih tinggi dari atom. Ketika elektron jatuh kembali ke level sebelumnya, kuantum radiasi dipancarkan. Panjang gelombang radiasi tergantung pada zona energi elektron terganggu dan pada jenis uap logam yang digunakan dalam tabung busur.

Lampu HID menghasilkan 5 persen dari output mereka ketika pertama kali dinyalakan, membutuhkan beberapa detik (biasanya 15-20) untuk mencapai output penuh.Jika kekuatan untuk lampu hilang atau dimatikan, tabung harus dingin sebelum kembali dan cahaya yang dihasilkan. Halcyon HID lampu membutuhkan sekitar 5-10 detik sebelum mereka dapat kembali menyala.



Lampu LED

Light-Emitting Dioda (LED) merupakan sumber cahaya memanfaatkan dioda yang memancarkan cahaya ketika terhubung dalam sebuah rangkaian. Efeknya adalah bentuk electroluminescence mana LED melepaskan sejumlah besar foton luar, LED ditempatkan dalam bola plastik, yang memusatkan sumber cahaya.

Bagian paling penting dari sebuah LED chip semi-konduktor yang terletak di pusat dari sumber cahaya. Chip ini memiliki dua daerah dipisahkan oleh persimpangan. Wilayah p didominasi oleh muatan listrik positif dan daerah n didominasi oleh muatan listrik negatif. Persimpangan bertindak sebagai penghalang untuk aliran elektron antara p dan daerah n. Ketika tegangan yang cukup diterapkan pada semi konduktor-chip, elektron dapat menyeberangi persimpangan ke wilayah p.

Ketika tegangan yang cukup diterapkan pada chip semi-konduktor, elektron dapat bergerak dengan mudah di seluruh persimpangan di mana mereka segera tertarik dengan kekuatan positif di wilayah p. Ketika sebuah elektron bergerak cukup dekat dengan muatan positif di daerah p, dua tuduhan "re-menggabungkan."

Setiap kali sebuah recombines elektron dengan muatan positif, energi potensial listrik diubah menjadi energi elektromagnetik. Untuk setiap rekombinasi negatif dan muatan positif, suatu kuantum energi elektromagnetik dipancarkan dalam bentuk foton cahaya. Foton ini memiliki frekuensi yang ditentukan oleh karakteristik dari bahan semikonduktor (biasanya kombinasi dari unsur-unsur kimia galium, arsen, dan fosfor). LED yang memancarkan warna yang berbeda terbuat dari bahan semikonduktor yang berbeda. Hanya mengatakan, LED kecil "lampu" masuk ke sirkuit listrik. Namun, tidak seperti lampu pijar biasa, mereka tidak memiliki filamen. LED menyala sepenuhnya oleh gerakan elektron dalam bahan semikonduktor, membuat mereka hemat energi dan sangat tangguh selama jangka waktu yang lama.


Keuntungan LED

LED tidak memiliki filamen yang membakar atau merusak, sehingga dapat bertahan lebih lama daripada lampu konvensional. Mengingat bahwa chip semikonduktor sangat kecil menjalankan LED, mereka sangat tahan lama dan cenderung bertahan ribuan jam. Selain itu, LED yang "instan," seperti lampu halogen, sehingga nyaman untuk digunakan dalam aplikasi. Sebaliknya, lampu HID lebih rentan dan adanya pemanasan (15-25 detik) selama pengapian. Namun, lampu HID jauh lebih terang dari konfigurasi LED saat ini. Hal ini karena cahaya samping memancarkan ditemukan dengan HID jauh lebih mudah untuk fokus. Lampu HID masih disukai oleh kebanyakan penyelam yang diberikan intensitas superior dan fokus ketat. Namun, teknologi LED berubah dengan cepat dan dapat diduga bahwa LED pada akhirnya akan melampaui kinerja lampu HID. 

Selasa, 27 Agustus 2013

Kenali Lampu LED dan Jenisnya

Lampu LED (Light Emitting Diode) yang kini terkenal sebagai solusi pengganti lampu pijar karena sangat hemat energi dan menghasilkan cahaya yang terang terdiri dari beberapa jenis.

1. Dioda Emiter Cahaya. Sebuah dioda emisi cahaya dapat mengubah arus listrik langsung menjadi cahaya. Dengan mengubah-ubah jenis dan jumlah bahan yang digunakan untuk bidang temu PN. LED dapat dibentuk agar dapat memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Warna yang biasa dijumpai adalah merah, hijau dan kuning.

2. LED Warna Tunggal. LED warna tunggal adalah komponen yang paling banya dijumpai. Sebuah LED warna tunggal mempunyai bidang temu PN pada satu keping silicon. Sebuah lensa menutupi bidang temu PN tersebut untuk memfokuskan cahaya yang dipancarkan.

3. LED Tiga Warna Tiga Kaki. Satu kaki nya merupakan anoda bersama dari kedua LED. Satu kaki dihubungkan ke katoda LED merah dan kaki lainnya dihubungkan ke katoda LED hijau. Apabila anoda bersamanya dihubungkan ke bumi, maka suatu tegangan pada kaki merah atau hijau akan membuat LED menyala. Apabila satu tegangan diberikan pada kedua katoda dalam waktu yang bersama, maka kedua LED akan menyala bersama-sama. Pencampuran warna merah dan hijau akan menghasilkan warna kuning.

4. LED Tiga Warna Dua Kaki. Pada jenis ini dua bidang temu PN dihubungkan dalam arah yang berlawanan. Warna yang akan dipancarkan LED ditentukan oleh polaritas tegangan pada kedua LED. Suatu sunyal yang dapat mengubah polaritas akan menyebabkan kedua LED menyala dan menghasilkan warna kuning.

5. Led Seven Segmen. Biasanya digunakan untuk menampilkan angka berupa angka 0 sampai 9, angka – angka tersebut dapat ditampilkan dengan mengubah nyala dari 7 segmen yang ada pada led yang disusun.

Led Seven Segmen terdiri dari dua jenis, yaitu common anoda dan common Catoda.

1. Common Catoda berarti seven segmen tersebut terdiri dari led – led dimana Catoda nya (Kutub -) di hubungkan menjadi satu.

2. Common anoda

Led seven segmen tersebut dapat diaktifkan dengan menghubungkan dengan perangkat kontrol seperti mikrokontroler.

Inilah ulasan mengenai jenis lampu LED yang saat ini banyak digunakan.

Produk yang menggunakan lampu LED berupa LED Cree Lenser (Senter LED Cree) dengan konsumsi daya yang minim namun menghasilkan sinar yang terang. Cocok untuk bepergian, berkemah dan aktivitas lainnya.

Terimakasih Telah Memabaca :)

Kurangi Polusi dengan Lampu Jalan LED

Setiap malam hampir semua kota di dunia diterangi oleh lampu jalan. Tetapi, banyak lampu jalan yang masih menggunakan lampu standar, sehingga banyak energi cahaya dan ekstensi yang terbuang begitu saja. Sebagian besar cahaya lampu jalan akan menguap ke ruang udara bukan benar-benar menerangi sepanjang jalan. Prihatin akan hal ini, peneliti dari Meksiko dan Taiwan menciptakan lampu jalan yang menggunakan lampu light-emitting diode (LED) sebagai sumber cahaya.

Lampu ini hanya akan bersinar di atas area yang membutuhkan pencahayaan itu saja. Tentunya hal ini dapat menghemat energi, sebab dapat mengurangi polusi dari emisi cahaya hingga dua persen dari lampu biasa. Sebagai perbandingan, lampu biasa menghasilkan polusi sebesar 20 persen.

Penggunaan lampu jalan LED ini juga akan mengurangi total konsumsi daya sekira 40-60 persen di seluruh dunia. Demikian dikemukakan peneliti dari lab Ching-Cherng Sun, National Central University di Taiwan.

Polusi atau emisi cahaya dari lampu jalan dapat mempengaruhi alam sekitarnya. Misalnya saja, cahaya lampu dapat menyebabkan burung-burung memilih untuk bermigrasi atau membingungkan seekor penyu yang baru menetas dari telurnya. Selain itu, bisa menyebabkan pola tidur hewan lain terganggu.

Rencanya, purwarupa lampu jalan LED ini akan dipasang selama tiga sampai enam bulan dari sekarang. Diharapkan lampu praktis ini benar-benar dapat dipasang di seluruh dunia pada awal tahun depan.

Informasi tambahan dari Wikipedia menjelaskan, lampu LED dapat hidup lebih lama serta efisien dibanding lampu neon dan lampu pijar. Dekomposisi kimia pada chip LED mengurangi fluks bercahaya selama siklus hidup seperti lampu konvensional.

Perangkat LED  menggunakan beberapa chip, sehingga  mampu memancarkan lebih dari 100 lumen per watt. LED tidak memancarkan cahaya ke segala arah dan efisiensi konversi dari listrik terhadap cahaya lebih tinggi daripada lampu pijar.

Jumat, 10 Mei 2013

Lampu LED, Lebih Aman dan Hemat Listrik


Mungkin sama dengan kebanyakan orang, bagi saya, salah satu pengeluaran rutin bulanan yang terasa lumayan besar adalah pembayaran tagihan listrik. Makanya, saya selalu tertarik dengan produk yang menawarkan solusi penghematan pemakaian listrik. Tentunya produk yang bagus tidak hanya sekadar hemat listrik, tapi juga aman bagi kesehatan.

Ketika mengetahui adanya teknologi lampu LED yang kabarnya hemat listrik tapi bisa memberikan pencahayaan maksimal dan juga ramah bagi kesehatan, saya langsung antusias. Menarik nih!

Dari informasi yang saya peroleh, konsumsi listrik dari penggunaan lampu LED bisa sampai 80% lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan lampu pijar atau halogen loh… Jelas ini berarti merupakan penghematan biaya tagihan listrik yang cukup signifikan.

Masih soal penghematan. Dengan menggunakan lampu LED, kita bisa pula menghemat pengeluaran untuk pembelian lampu secara berkala. Kenapa? Karena umur pemakaian lampu LED juga tergolong sangat lama, hingga 20-25 tahun. Bandingkan dengan umur lampu pijar standar yang rata-rata hanya bertahan sekitar 18 bulan saja. Jauh sekali perbedaan umur pemakaiannya.


Yang tidak kalah menarik, ternyata kelebihan lampu LED tidak hanya sebatas hemat listrik dan panjang umur saja. Masih ada sederet keuntungan lain yang bisa diperoleh para pemilik rumah seperti saya dari penggunaan lampu LED. Apa saja itu?

Di antaranya, cahaya yang dipancarkan lampu LED memberikan nuansa putih alami yang nyaman bagi mata karena tidak menyilaukan.

Lampu LED bebas timbal dan merkuri. Faktor ini penting dan menenangkan karena timbal dan merkuri adalah dua unsur kimia yang tidak baik bagi kesehatan anggota keluarga. Lampu LED juga tidak memancarkan UV.

Di sisi lain, lampu LED menawarkan manajemen panas yang terbilang efisien. Asal tahu saja, sebagian besar lampu pijar cenderung memancarkan panas yang cukup besar. Padahal panas yang berlebihan dapat mengubah warna dinding. Selain itu, lampu pijar biasa hanya mengkonversi sekitar 8% dari listrik yang digunakan menjadi cahaya. Berbeda dengan lampu LED, sekitar 15 sampai 25 persen listrik yang dikonsumsinya digunakan untuk menghasilkan cahaya. Dengan demikian, LED hanya sedikit menghasilkan panas.

Di samping itu, karena dimmable, lampu LED juga bisa menjadi solusi bagi pemilik rumah yang menginginkan pengaturan nuansa pencahayaan berkualitas yang berbeda di setiap ruangannya dengan tetap memerhatikan kenyamanan pandangan mata. Lampu LED menawarkan berbagai pilihan efek pencahayaan: warm white, cool white, sparkling, dan accent lighting. Adanya berbagai pilihan pencahayaan ini memungkinan para arsitek dan desainer interior dapat berkreasi lebih luas dalam menata ruangan di rumah kita.

Secara keseluruhan, bisa disimpulkan bahwa penggunaan lampu LED ramah bagi lingkungan dan kesehatan, lebih efisien, lebih fleksibel, hemat energi listrik, dan hemat biaya pemeliharaan karena tahan lama. Sangat menarik bukan?

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, tidak heran jika penggunaan lampu LED diprediksi oleh para analis akan segera mendominasi pencahayaan pada rumah dan juga bangunan komersial. Secara bertahap, lampu LED diharapkan dapat menggantikan posisi lampu pijar yang kurang efisien itu. Apalagi untuk menggunakan lampu LED tidak memerlukan fitting model baru, cukup dipasangkan pada fitting standar yang sudah ada. Ini memudahkan peralihan.

Wah, jadi makin tidak sabar nih untuk segera mencoba menggunakan lampu LED. Ada yang tahu, produk lampu LED bisa dibeli di mana saja? Semoga harganya terjangkau dan sebanding dengan manfaatnya.

CARA MEMBUAT LAMPU FLIP FLOP




Cara membuat lampu flip flop dengan komponen utama dua buah transistor FCS913 atau tipe yang sejenis. komponen-komponen yang diperlukan untuk membuat flip flop 2 transistor ini adalah:



  • R1, R3: 22 K Ohm
  • R2, R4: 150 Ohm 
  • TR1, TR2: FCS913 atau yang sejenis
  • C1, C2: 47 Uf/16 Volt
  • Tegangan DC: 3 sampai 12 Volt
  • 2 buah LED


       Sebaiknya menggunakan PCB kosong kemudian lukis jalur rangkaiannya dengan mengikuti skema gambar diatas, atau bisa juga membuat rangkaian flip flop ini menggunakan project board. Pasang semua rangkaian seperti skema diatas, kemudian solder semuanya, dan test dengan memberikan tegangan masukan dari adaptor/power supply.

       Jika kallian tidak punya uang untuk membuat PCB kalian gunakan saja lembaran triplek, nanti jalurnya menggunakan seng yang menyerupai jalur di bawah triplek, kemudian tripleknya dilubangi untuk memasukan Komponen Elektroniknya.
contoh PCB Triplek :


       Kalau berhasil maka LED akan menyala berkedip secara bergantian,  kecepatan kedip dari LED dapat diatur dengan cara mengubah nilai capasitor/elco 47 Uf/16 volt sesuai yang diperluka

Baca yang ini


       Rangkaian ini tergolong sederhana sehingga cocok digunakan sebagai latihan untuk belajar elektronika. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat langsung gambar ini, rangkaian ini juga biasa di sebut LAMPU GENIT karena berkedap-kedip .

       Sebenarnya adalah sebuah multivibrator-astabil (multivibrator tak stabil). Kedua transistor pada rangkaian ini menghantar dan menyumbat secara bergantian sehingga lampu LED D1 dan D2 akan menyala dan padam secara bergantian. Kecepatan pergantian nyala-padam kedua LED tersebut ditentukan oleh besarnya kapasitor C1 dan C2. Makin besar nilai kapasitor tersebut akan makin lambat frekuensi pergantian nyala-padam kedua lampu LED. Dengan nilai C1 = C2 maka LED1 dan LED2 akan nyala-padam dengan frekuensi yang sama.

       Untuk mempraktekkannnya kalian bisa download Aplikasi Logislm atau membaca-baca buku ini Materi dasar tentang FLIP FLOP

Berikut ini adalah daftar komponen yang diperlukan untuk proyek rangkaian flip-flop ini.

  • R1,R4 …. 470 Ohm
  • R2,R3 …. 22K
  • C1,C2 …. 4,7uF/16 V
  • D1,D2 …. LED
  • Tr1,Tr2 …. FCS 9014

       Tegangan catu yang diperlukan adalah 9 VDC. Jika menggunakan catu daya 3 Volt (2 buah battery 1,5 Volt), R1 dan R2 bisa dihilangkan dan kaki katoda LED masing-masing langsung disambungkan ke kaki kolektor dari Transistor yang berkaitan. Kaki-kaki Transistor FCS 9014 bisa dilihat pada gambar di bawah


       Jangan lupa untuk memeriksa sekali lagi apakah semua komponen sudah terpasang dengan benar sebelum menghubungkannya ke catu daya. Periksa kaki transistor apakah basis emitor dan kolektornya sudah tepat serta LED dan polaritas kapasitornya jangan sampai terbalik. Setelah yakin semuanya sudah benar, bisa dicoba dihubungkan dengan catu daya atau battery. Silahkan bereksperimen dengan mengubah nilai C1 dan C2 untuk mendapatkan kecepatan nyala-padam yang diinginkan sesuai selera kamu.

selamat mencoba.


Selasa, 16 April 2013

TIP AMANKAN BAHAYA LAMPU HEMAT ENERGI


Sudah lama lampu pijar (bohlam, bolep) sebagai sumber penerangan untuk perumahan, pabrik, maupun kawasan komersial, digantikan oleh lampu hemat energi jenis TL (Fluorescent Lamp) yang memang lebih terang. Penggantian itu, merupakan pilihan yang tepat, karena cahaya yang dipancarkan, meski terang tetapi lembut  dan tidak menyakitkan mata.

Disamping itu, menghemat pemakaian aliran listrik dan otomatis juga menghemat biaya rekening PLN. Kelebihan lainnya, umur lampu lebih panjang dari pada lampu pijar. Juga membantu menghambat pemanasan global. Memang lampu hemat energi banyak sekali keuntungannya. Namun informasi efek samping dari lampu TL itu tidak banyak diketahui, bahkan tidak ditemukan di kemasan, tentang bahayanya. Untuk mengetahui apa saja bahayanya, berikut ini urut-urutan pemahamannya.

BERISI GAS DAN MERCURY
Lampu TL tidak bekerja berdasarkan pemijaran filamen, tetapi menghasilkan cahaya berdasarkan terjadinya pelepasan elektron dalam tabung lampu. Pada kedua ujung tabung terdapat filamen tungsten, yang dilapisi suatu bahan yang dapat beremisi. Untuk lampu tabung filamen ini disebut juga elektrode. Salah satu filamen yang ada pada ujung tabung berfungsi sebagai anoda dan yang satunya berfungsi sebagai katoda. Untuk itu dibutuhkan daya aktif ( watt ) pada lampu TL.

Berdasarkan cara kerjanya, lampu TL terdiri dari 2 macam, yaitu, lampu dengan rangkaian yang menggunakan stater, dan lampu dengan rangkaian tanpa starter. Konstruksi lampu TL yang standart, terdiri dari tabung gelas yang terbuat dari kaca, soda kapur, dan di dinding bagian dalamnya dilapisi oleh bubuk fosfor sehingga tabung kelihatan berwarna putih susu. Kawat tungsten yang merupakan elektrodanya, dilapisi oleh pemancar thermionic.
Elektroda ditempelkan dengan cara dijepit pada sebuah lead-wire. Untuk lampu yang bekerja ekstra, pada elektroda biasanya dilindungi dengan perisai elektroda yang gunanya untuk menghindari terjadinya bercak hitam di ujung-ujung tabung lampu. Bercak hitam ini terjadi karena penguapan pemancar dari elektroda.

Lampu diisi dengan gas mulia seperti argon, pada tekanan 200 pa – 660 pa. Fungsinya untuk membantu proses penyalaan lampu. Disamping itu, juga dimasukkan mercury ( Hg ) ke dalam tabung yang digunakan dalam pembentukan cahaya. Pada temperatur waktu lampu tersebut beroperasi, terdapat tekanan dari mercury. Dan radiasi yang dikeluarkan oleh pancaran mercury, berupa sinar ultra violet, dengan panjang gelombang 253 – 257 nm. Lapisan fosfor pada bagian tabung berfungsi untuk mengkonversikan sinar ultra violet menjadi cahaya tampak, sehingga intensitas cahaya meningkat.

BAHAN BERBAHAYA
Dalam kemasan lampu TL atau neon,  tidak tercantum tentang bahayanya lampu ini. Pemerintah sendiri, anehnya, juga tidak pernah mensosialisasikan hal itu. Padahal  masalah lampu hemat energi ini, penggunaannya terus digalakkan oleh pemerintah, tetapi tidak dibarengi pemberian informasi penting, mengenai bagaimana mengelola limbah lampu TL. Setidaknya sekali dalam setahun, kita mengganti lampu TL di rumah. Entah itu karena sudah rusak, bocor atau karena pecah. Kalau pecah, lebih berbahaya lagi.

Sesungguhnya dalam setiap lampu TL mengandung sampai 5 miligram mercury, dalam bentuk uap atau bubuk. Jika ceroboh menggunakannya, dapat membahayakan keselamatan, terutama untuk balita, anak-anak dan wanita hamil. Dengan catatan bahaya itu akan timbul jika bola lampu pecah. Uap raksa ini menkonversi energi listrik menjadi cahaya ultraviolet sehingga substansi fosfor pada tabung menjadi berpendar.

Inilah bedanya lampu pijar dan lampu TL. Kalau lampu pijar (bohlam, bolep) menyala karena adanya tahanan di kumparan tungstennya. Tetapi kalau lampu TL itu menyala karena berpendar. Jadi antara berpijar dan berpendar, berbeda jauh. Khusus untuk berpendar hanya membutuhkan sedikit energi, makanya lampu TL watt-nya kecil.

Menurut laporan yang dikeluarkan lembaga penelitian Mercury Policy Project yang dibentuk negara bagian Maine dan Vermont Amerika Serikat, pemakaian lampu hemat energi disarankan untuk terus dilanjutkan. Namun ada hal-hal tertentu yang harus dipahami benar oleh konsumen. Seperti jangan menggunakannya untuk lampu meja terutama di rumah yang ada anak kecil atau binatang.

Soalnya, beberapa miligram mercury dan uap raksa saja, sudah bisa meracuni metabolisme tubuh manusia. Apalagi bila terkena pada anak-anak, bisa menurunkan IQ dan berdampak panjang pada usia lanjut. Uap raksa ini adalah neurotoksin, ialah racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal. Jika mercury terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf, janin dalam kandungan, dan jaringan tubuh anak-anak.
Kenapa penggunaan lampu TL menggunakan mercury? Karena dapat menghemat energi 2/3 pembangkit listriknya. Cukup signifikan memang dibanding dengan penggunaan lampu pijar yang menkonsumsi banyak daya. Masih digunakannya mercury, karena memang belum ada pengganti sebaik mercury.

TIP AMANKAN BAHAYA LAMPU HEMAT ENERGI
Berikut ini “Tip Amankan Bahaya Lampu Hemat Energi”, khususnya bila karena disengaja atau tidak disengaja, lampu TL pecah.  Hal pertama yang dilakukan adalah menjauhkan anak-anak dari ruangan, dan membuka ventilasi udara lebar-lebar.

Diingatkan, jangan sekali-kali menggunakan mesin penyedot debu, meskipun pecahan lampu itu bertebaran di karpet. Saat membersihkan, gunakan sarung tangan karet dan kertas untuk memungut serpihan kaca. Bersihkan daerah yang terkena dengan menggunakan handuk basah. Jika ada penghuni rumah yang masih anak-anak atau wanita hamil, sebaiknya memotong karpet yang terkena serpihan dan membuangnya.
Selanjutnya, langkah-langkah yang harus diambil sebgai berikut:
  1. Sebelum membersihkan buka semua ventilasi ruangan, jendela, pintu dan tinggalkan ruangan paling tidak 15 menit.
  2. Matikan semua sistem ventilasi yang menggunakan kipas termasuk AC.
  3. Bila lampu pecah di permukaan seperti lantai, ambilah pecahan kaca menggunakan kertas yang agak kaku atau karton dan tempatkan di kantong plastik
  4. Gunakan selotip atau isolasi untuk mengambil sisa-sisa serpihan halus / remah-remah kaca.
  5. Seka lantai dengan lap basah dan buang di kantong plastik.
  6. Jangan sekali-kali menggunakan sapu atau vacuum cleaner untuk membersihkan pecahan kaca, karena akan memperluas sebaran debu serbuk mercury.
  7. Segera buang kantong plastik yang tutup rapat dengan membuangnya sejauh mungkin. Di negara maju, untuk pembuangan sampah, khususnya limbah lampu TL diatur secara ketat dan ada recycling centerkhusus lampu TL.
  8. Cuci tangan dengan sabun sampai bersih.
  9. Untuk di area Industri, yang menggunakan lampu TL, sebaiknya limbah lampu TL nya dilakukan pengelolaan, dan ditempatkan ditempat yang khusus misalnya di TPS B3.
PENGGANTI LAMPU TL, BEBAS MERCURY
Adakah pengganti lampu TL bebas mercury? Jawabannya: ada. Sekarang pun sudah bisa dibeli di toko-toko listrik terdekat dari rumah Anda. Negara Jerman berhasil memproduksi lampu hemat energy yang bebas bahan berbahaya mercury, yang bisa mengganggu kesehatan manusia.Namanya LAMPU LED (Light Emitting Diode) yang diproduksi oleh Megaman, salah satu produsen lampu terkemuka di Jerman.

Keunggulan dari lampu LED, selain hemat energi dan bebas mercury, juga memiliki inovasi pencahayaan yang lebih baik. Lampu ini mampu mengatur panas sehingga menjadi tolok ukur industri lampu lainnya. Lampu LED Megaman, bisa menghemat energi listrik lebih dari 80 persen.

Bila lampu hallogen menghabiskan energi listrik hingga 75 watt dengan sinar terangnya yang sama, LED hanya mengkonsumsi listrik 15 watt. Bisa memiliki sudut pandang cahaya yang sama dengan hallogen sehingga kekuatan cahaya yang dihasilkan, lebih terang. Namun lampu yang baru diproduksi ini, memiliki daya 7 hingga 15 megawatt, dengan harga yang relatif masih mahal.

Rangkaian Lampu Flip Top


Pada dasarnya, Flip-flop bekerja berdasarkan prinsip kerja transistor sebagai saklar.

Jika Rangkaian tersebut diberi tegangan maka maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan tegantung pada kapasitor mana yang memiliki muatan lebih tinggi dibanding dengan kapasitor lain. Kapasitor yang memiliki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dahulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi on sementara transistor tersebut on akan menyebabkan kapasitor yang terhubung dengan kaki kolektor akan terisi muatan, jika salah satu transistor dalam kondisi on maka transistor yang lain akan berada dalam konsi off hal ini akan berlaku terus menerus secara bergantian sehingga terjadilah pergiliran nyala lampu yang disebut lampu flip-flop.

            Dimulai dari Tr1, Jika Tr1 dalam kondisi on (disebabkan C1 melepas muatan) maka kolektor dan emitor akan terhubung sehingga Lampu D1 mendapat arus listrik sehingga D1 menyala, pada saat yang sama C2 mengisi muatan, setelah penuh maka C2 melepas muatan sehingga Tr2 sekarang berada dalam kondisi on sementara Tr1 berubah ke kondisi off. Pada saat Tr2 dalam kondisi on akan menyebabkan kolektor dan emitor terhubung sehingga lampu D2 mendapat arus listrik dan menyala, pada saat yang sama C1 mengisi muatan, demikian seterusnya selama rangkaian flip-flop ini mendapat arus listrik, maka peristiwa tersebut akan berulang. Sementara fungsi resistor dalam rangkaian ini adalah untuk memberi bias tegangan pada kaki basis dari masing-masing transistor.

Daftar komponen :

 LED (warna apa saja) ……..2 buah
R1,R4: 470K …………………2 buah
R2,R3: 22K …………………..2 buah
elco 100µF/16V ……………2 buah
transistor FCS 9014 ……….2 buah
baterai 9V





Jumat, 22 Maret 2013

PRINSIP KERJA LAMPU TL


Dalam bidang penerangan, lampu fluorescent atau dikenal juga dengan lampu TL telah digunakan secara luas baik di dalam industri maupun digunakan oleh rumah tangga. Lampu jenis fluorescent atau lampu TL merupakan jenis lampu yang paling banyak digunakan dari semua jenis lampu yang mempunyai prinsip kerja yang sama yaitu pelepasan muatan listrik.

Lampu fluorescent merupakan lampu jenis lampu yang cukup efisien dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, terutama jika dibandingkan dengan lampu jenis kawat pijar. Tetapi dengan semakin mahalnya harga energi listrik, akhir–akhir ini telah banyak diperkenalkan lampu–lampu jenis fluorescent dengan berbagai bentuk dan ukuran yang ternyata cukup hemat akan penggunaan energi listrik. Salah satunya adalah lampu fluorescent dengan ballast kumparan berinti besi.

Lampu fluorescent adalah lampu dengan yang prinsip kerjanya dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya berdasarkan pada berpendarnya radiasi ultra violet pada permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent misalnya jenis phospor. Radiasi ultra violet akan terjadi bilamana elektron–elektron bebas hasil dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atom–atom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan.

Agar elektroda–elektroda dapat memancarkan elektron, maka perlu bagi elektroda untuk mendapatkan mekanisme pembantu proses tersebut. Pada lampu fluorescent biasa, maka proses emisi elektron ini dilakukan dengan proses pemanasan elektroda–elektroda terlebih dahulu, proses ini dilakukan oleh alat yang kita kenal dengan nama starter (penganjak). Untuk dapat menyala maka lampu tabung fluorescent memerlukan tegangan yang cukup tinggi yaitu kurang lebih 400 Volt, jadi tegangan ini jauh lebih tinggi dari tegangan jala–jala yang tersedia, oleh karena itu fungsi starter selain membantu memanaskan elektroda, juga berfungsi sebagai alat untuk menciptakan tegangan penyalaan bagi lampu.

Jika penyalaan telah selesai dilakukan, arus listrik akan mengalir melalui tabung lampu fluorescent, dan karena tegangan pada starter lebih besar sehingga bimetal pada starter akan terbuka. Oleh karena lampu fluorescent memiliki karakteristik arus – tegangan negatif, artinya tegangan pada lampu akan turun bila arus naik dan sebaliknya tegangan pada lampu akan naik bila arus turun, maka setelah proses penyalaan berlangsung, arus yang lewat pada tabung akan naik sampai tegangan kerja pada lampu tercapai. Tegangan ini jauh lebih rendah dari tegangan jala–jala.

Untuk memelihara tegangan kerja inilah maka pada lampu jenis fluorescent digunakan alat bernama ballast. Fungsi utama dari ballast adalah membatasi besar arus dan mengoperasikan lampu pada karakteristik listrik yang sesuai.Seperti yang telah dijelaskan didepan, lampu fluorescent banyak digunakan oleh masyarakat karena apabila dibandingkan dengan lampu jenis pijar, maka lampu jenis fluorescent tampak mempunyai efisiensi yang lebih tinggi yaitu dengan besar daya yang sama, diperoleh kuat penerangan yang lebih besar, selain itu pada lampu jenis pijar, banyak energi listrik yang diubah menjadi energi panas saja.

Walaupun lampu jenis fluorescent mempunyai efisiensi lebih tinggi dari pada lampu jenis pijar, tetapi lampu ini masih mempunyai kerugian – kerugian yang cukup berarti yaitu :
Harga lebih mahal, hal ini tidak terlalu menjadi masalah, sebab masih terjangkau oleh masyarakat kalangan tertentu. Memerlukan ballast, dengan adanya ballast ini akan menimbulkan kerugian daya pada ballast sendiri, yang kerugian cukup besar, dan juga rendahnya harga faktor kerja ( Cos φ ) karena pada lampu jenis fluorescent yang konvensional digunakan ballast jenis induktor (kumparan ).

Karena semakin mahalnya energi listrik, maka dimulailah beberapa cara untuk menghemat energi listrik, sehingga semakin banyak misalnya digunakan lampu – lampu jenis tabung fluorescent karena dianggap lebih efisien dalam mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, tetapi kendala timbul setelah digunakan dalam jumlah yang banyak dan beban yang cukup besar mengakibatkan menurunya faktor daya sumber yang berakibat tidak tercapainya jumlah beban dan jumlah daya tersedia dari sumber, akibatnya penggunaan lampu jenis ini akan menurunkan jumlah daya yang tersedia dari sumber, juga kesulitan lain berupa sulit menyala dengan normal pada saat terjadi beban puncak dan menurunya tegangan sumber.

Untuk mengatasi hal ini maka penggunaan lampu jenis fluorescent yang tetap dapat dioperasikan seimbang antara jumlah beban (jumlah lampu) dengan jumlah daya yang tersedia dari sumber. Dengan kata lain kita berusaha agar daerah atau rentangan beban (lampu TL) yang masuk pada sistem mempunyai faktor daya lebih tinggi mendekati faktor daya dari sumber agar tercapai efisiensi penggunaan daya listrik, sehingga akan sama atau mendekati sama antara daya nominal beban dengan daya nominal sumber.

Tips Merancang Lampu Penerangan di Ruang Tamu


Sebuah ruang tamu dengan penerangan yang baik sangat penting karena ini adalah tempat di mana anggota keluarga dan teman berkumpul untuk berbincang-bincang dan bersenang-senang bersama. Ruang tamu paling tidak memiliki furnitur yang nyaman dan juga memberi hiburan kepada penghuni rumah. Televisi menjadi benda yang umum ditempatkan di ruang tamu sehingga Anda dapat menghabiskan waktu menonton acara favorit Anda. Tetapi juga bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan membaca buku atau majalah.

Jadi, ruang keluarga dapat digunakan dalam berbagai cara tergantung pada kebutuhan Anda. Oleh karena itu, suatu hal yang penting untuk memiliki sistem pencahayaan yang baik untuk memastikan bahwa kegiatan di ruang tamu berjalan dengan lancar dan semua jenis kegiatan mendapatkan cahaya yang cukup. Jadi, Anda saat ini bisa melihat sendiri keadaan ruang tamu Anda, apakah sudah cukup penerangan atau masih kurang? Kami akan memberikan tips yang bisa membantu Anda untuk sistem penerangan ruang tamu :

Apa saja yang Anda lakukan di ruang tamu?

Misalnya jika Anda suka menonton film di ruang tamu, Anda dapat memasang dimmer sehingga Anda dapat meredupkan lampu saat menonton. Waktu penggunaan ruangan juga akan membantu Anda memilih jenis cahaya yang Anda butuhkan.

Buatlah pencahayaan menjadi hiasan.

Selain memancarkan cahaya, penerangan juga bisa menjadi hiasan tambahan untuk rumah Anda. Pilihlah dengan baik. Pastikan penerangan yang Anda pilih sesuai dengan interior dan akan meningkatkan tampilan keseluruhan dari ruang tamu. Ada banyak desain penerangan yang dapat Anda pilih. Bahkan saat ini ada banyak lampu berbagai warna.

Perhatikan ukuran ruang tamu.

Lihatlah di ukuran ruang tamu Anda. Apakah termasuk ruangan kecil atau besar? Jika kecil, Anda tidak akan memerlukan pencahayaan yang terlalu banyak. tapi jika berukuran besar, Anda harus menambahkan beberapa lampu sehingga dapat memberikan pencahayaan yang cukup untuk ruangan. Anda juga dapat menggunakan penerangan yang lebih besar jika Anda memiliki lebih banyak ruang seperti lampu gantung. Tapi ruangan yang kecil akan terlihat lebih baik dengan lampu sorot.

Berikan spotlight.

Jika Anda ingin menghadirkan karya seni tertentu, manfaatkanlah lampu track dan lampu aksen yang akan mendorong perhatian seseorang ke arah karya seni tersebut. Anda dapat melakukan teknik ini untuk memberi fokus pada lukisan dinding, patung, dan lain-lain. Pasti akan menambah aura yang berbeda untuk rumah Anda ketika memberikan fokus pada hal-hal yang berharga bagi Anda.

Buat sebuah tema.

Anda pasti memiliki tema untuk desain interior, Anda juga harus memastikan bahwa pencahayaan ruangan juga tepat untuk tema tersebut. Anda juga harus menyesuaikan dengan warna yang dominan di ruangan. Misal jika Anda memiliki ruang tamu dengan desain modern, maka lampu gantung putih akan terlihat cocok. Dengan demikian, Anda telah menciptakan keseimbangan untuk seluruh area.

Perhatikan arah cahaya.

Setiap fixture pencahayaan memberikan cahaya ke arah yang berbeda. Jika Anda ingin menerangi area gelap tertentu di ruang tamu, Anda dapat menggunakan lampu sorot atau menempatkan sebuah sudut meja dengan kap lampu di atasnya. Anda dapat menggunakan uplighters untuk menyorot langit-langit dekoratif. Ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghidupkan ruang tamu dengan cahaya. Ada tipe pencahayaan dari bawah menuju daerah yang lebih tinggi atau pencahayaan dari langit-langit menuju daerah yang lebih rendah. Anda juga dapat memberikan lampu statis seperti lampu tertutup.

Gunakan cahaya alami di siang hari.

Merancang sistem pencahayaan bukan berarti Anda akan menggunakan pencahayaan buatan sepanjang waktu. Lebih baik menggunakan cahaya alami di siang hari. Buatlah desain tirai yang memungkinkan cahaya masuk ke ruang tamu ketika siang hari. Atau Anda dapat menggunakan tirai tipis atau bahkan tirai transparan. Atau teknik yang umum digunakan yaitu dengan memasang atap kaca di area tertentu.

Tentukan warna cahaya.

Saat ini lampu hadir dalam berbagai warna. Ada lampu halogen yang dapat membuat suasana seolah-olah seperti siang hari yang cukup efektif untuk ruangan yang tidak bisa mendapatkan sinar matahari. Lampu berwarna juga bisa memberikan aura yang hangat ke dalam ruangan. Anda juga dapat menggunakan lampu yang memancarkan cahaya putih agar terlihat lebih alami.

Ciptakan suasana.

Pencahayaan juga dapat mempengaruhi aura lingkungan. Sekarang Anda harus memutuskan jenis suasana yang Anda inginkan. Untuk mengubah suasana yang berbeda, Anda dapat menggunakan lampu yang dapat diredupkan. Atau Anda dapat menambahkan beberapa lampu dinding untuk pencahayaan tingkat rendah yang lembut. Chandelier juga dapat digunakan untuk melakukan teknik ini.

Berilah cahaya pada area tertentu.

Mungkin ada area di rumah Anda yang membutuhkan pencahayaan khusus seperti lorong. Anda dapat menyalurkan ide-ide kreatif dalam merancang pencahayaan di sini. Anda bisa menggunakan sconce dinding atau penutup lampu yang dapat membuatnya terlihat lebih baik. Hal ini juga bisa menjadi hiasan tambahan yang membuatnya terlihat lebih cantik dan tidak membosankan.

Memasang sistem pencahayaan yang baik untuk ruang tamu akan membuatnya terlihat lebih mengundang dan juga bisa menciptakan suasana ruang yang lebih baik. Kita telah membahas beberapa hal yang berbeda yang dapat Anda pertimbangkan dalam memilih lampu pencahayaan. Yang pasti, hal ini akan sangat membantu Anda untuk membuat jenis suasana yang Anda inginkan dan membuat Anda merasa nyaman ketika melakukan kegiatan di ruang tamu. Yang terpenting adalah cahaya yang ada harus tetap sesuai dengan dekorasi ruang tamu yang sudah ada.

Selasa, 19 Maret 2013

Ketahui Jenis-Jenis Lampu


Lampu merupakan salah satu jenis penerangan yang jadi pilihan utama masyarakat. Keberadaan lampu menggantikan obor, dan benda-benda penerangan lain yang kini sudah banyak ditinggalkan masyarakat setelah masuknya listrik. Berikut ini adalah jenis-jenis lampu yang banyak digunakan masyarakat:

·         Lampu Pijar
Lampu pijar pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Alfa Edison. Lampu pijar menggunakan filamen tungsten, yati semacam kawat pijar dalam bola kaca yang diisi argon, gas nitrogen, hidrogen, kripton, dan lain-lain. Lampu pijar membutuhkan lebih banyak energi dari lampu TL untuk menghasilkan penerangan yang sama. Lampu ini mampu bertahan selama 1000 jam dengan rata-rata penggunaan sepuluh jam sehari. Dalam hitungan bulan, lampu pijar hanya mampu bertahan selama tiga sampai empat bulan.
Warna kuning dari warna yang dihasilkan lampu pijar banyak digemari orang-orang karena dinilai menciptakan efek hangat. Akan tetapi tidak sedikit juga orang yang memilih menggunakan lampu pijar karena harganya yang cenderung lebih murah.

·         Lampu TL
Lampu TL atau yang lebih dikenal dengan lampu neon memiliki bentuk yang beraneka ragam. Saat ini bahkan lampu TL bermetamorfosis dalam bentuk tornado atau spiral, bentuk memanjang vertikal yang dilengkapi fitting. Lampu TL atau lampu neon cenderung lebih hemat energi apabila dibandingkan dengan lampu pijar. Lampu TL yang berkualitas baik dapat bertahan selama 15.000 jam atau selama 10 tahun pemakaian. Harga lampu TL berkisar sekitar sepuluh kali lampu pijar. Lampu TL dengan kualitas buruk hanya mampu bertahan sekitar empat sampai enam bulan saja.
Saat ini lampu TL atau lampu neon memiliki beragam bentuk dan warna, dari putih, kuning, dan lain sebagianya. Dengan jumlah energi yang lebih kecil lampu TL cenderung lebih murah dibanding menggunakan lampu pijar biasa karena itulah lampu jenis ini banyak digunakan di toko-toko, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat lain yang membutuhkan pencahayaan terang namun tetap hemat energi.

·         Lampu Halogen
Lampu halogen banyak dimanfaatkan untuk pencahayaan disekitar kolam renang atau taman. Lampu halogen merupakan lampu spot yang cukup baik. Lampu spot sendiri biasanya banyak dimanfaatkan untuk menerangi benda-benda seni atau pentas-pentas drama sehingga dihasilkan pencahayaan yang terfokus.

·         Lampu LED
Lampu LED merupakan jenis lampu yang paling hemat energi. Dengan memilih menggunakan lampu LED dapat menghemat pemakaian listrik hingga 1/5 dari biasanya. Selain hemat energi, lampu yang masih terbilang mahal ini juga mampu bertahan hingga dua puluhan tahun. Lampu LED 3 watt setara dengan lampu bohlam berdaya 20 watt.


Tips Memilih Lampu

Hampir di setiap rumah menggunakan lampu sebagai pelita. Sebagai penerang, lampu listrik yang umum digunakan sebagai cahaya buatan untuk rumah tinggal, dapat dibedakan menjadi 3 golongan besar, yaitu lampu pijar, lampu halogen dan lampu berpendar.

Banyaknya jenis lampu yang beredar saat ini membuat Anda perlu memperhatikan faktor apa saja yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih lampu. Berikut ini ada beberapa faktor yang dapat Anda pertimbangkan:

PENEMPATAN LAMPU
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan titik-titik penempatan lampu, terutama yang ditanam di dinding atau plafon.Hal ini dilakukan sebelum Anda membangun atau merenovasi rumah

PERHATIKAN SEKITAR
Ada baiknya jika penempatan lampu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Maksudnya, untuk lampu yang diletakkan di luar sebaiknya menggunakan bahan stainless steel, alumunium atau besi yang sudah dicat antikarat.

WARNA CAHAYA
Menentukan warna cahaya lampu yang ingin digunakan. Lampu dengan karakter cahaya kekuningan disinyalir mampu membangkitkan suasana yang hangat dan romantis, sehingga sangat cocok ditempatkan di ruang tidur atau ruang lain yang digunakan untuk bersantai. Sementara cahaya putih lebih cocok digunakan di tempat kerja. Penentuan warna cahaya ini dengan sendirinya akan membimbing Anda menentukan pilihan antara lampu neon dan lampu pijar.

MODEL
Sesuaikan model lampu dengan karakter rumah. Lampu dengan desain tradisional klasik tentu akan terlihat jomplang bila ditempatkan pada rumah yang memiliki konsep modern minimalis.

SIFAT LAMPU
Sifat lampu yang memancarkan panas juga dapat dijadikan faktor penimbang saat Anda memilih rumah lampu.Sebagai satu kesatuan, rumah lampu yang Anda pilih sebaiknya tahan terhadap panas, tidak mudah leleh dan tidak mudah terbakar.